Rabu, 21 September 2011

Sejarah dan Perkembangan Komputer

Dahulu, manusia telah melakukan proses pengolahan data. Untuk membantu dalam penghitungan dan pengolahan data, mereka membuat dan menemukan alat-alat mekanik dan elektronik supaya bisa mendapatkan hasil yang tepat dan lebih cepat. Komputer yang ada saat ini adalah suatu evolusi manusia dalam menemukan alat-alat mekanik maupun elektronik.

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum dalam bentuk print out (kertas).

Perkembangan komputer setelah tahun 1940 dibagi menjadi 5 generasi:

1. Komputer generasi pertama ( 1940-1959 ).
Dalam komputer generasi pertama, untuk memproses dan menyimpan data menggunakan tabung vakum. Karena menjadi cepat panas dan mudah terbakar, dibutuhkan beribu-ribu tabung vakum untuk menjalankan operasi pada komputer. Diperlukan juga banyak tenaga elektrik yang menyebabkan gangguan elektrik di kawasan sekitarnya.

Beberapa komputer generasi pertama :
  • ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Calculator ) dirancang oleh Dr John Mauchly dan Presper Eckert pada tahun 1946. Komputer generasi ini sudah mulai menyimpan data yang dikenal sebagai konsep penyimpanan data (stored program concept) yang dikemukakan oleh John Von Neuman.
  • EDVAC Computer (Electronic Discrete Variable Automatic Computer). Penggunaan tabung vakum juga telah dikurangi di dalam perancangan komputer EDVAC di mana proses perhitungan menjadi lebih cepat dibandingkan ENIAC.
  • EDSAC COMPUTER ( Electonic Delay Storage Automatic Calculator ). EDSAC memperkenalkan penggunaan raksa (merkuri) dalam tabung untuk menyimpan data.
  • UNIVAC 1 Computer. Pada tahun 1951 Dr Mauchly dan Eckert menciptakan UNIVAC 1 (Universal Automatic Calculator ) komputer pertama yang digunakan untuk memproses data perdagangan.

Sabtu, 03 September 2011

Lebaran

Happy Eid Mubarak 1432H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin
-Hilda dan Keluarga

Selamat hari lebaran, minal aidin wal faidzin. Mari bermaaf-maafan, saling bersalam-salaman...
Akhirnyaaaaaaa setelah satu bulan berpuasa, datang juga hari yang telah kita nanti-nanti kan. Hari lebaran. Hari Raya Idul Fitri. Hari dimana kita kembali suci, kembali ke fitri :')

Selamat lebaran semuanyaaaaah \(ᵔᴗᵔ)/

Rabu, 17 Agustus 2011

Satu Tujuan #17an

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-66.

Hari ini spesial banget buat seluruh warga negara Indonesia. Yap,, 66 tahun sudah kita merasakan kemerdekaan dan lepas dari belenggu penjajah. Dan lebih spesial lagi karena ternyata tanggal 17 Agustus bertepatan dengan 17 Ramadhan

Di hari kemerdekaan ini, biasanya para WNI di tanah air mengadakan acara. Betul sekali, apalagi kalo bukan 17an, biasanya terdapat banyak lomba yang bisa kita ikuti. Mulai dari lari bendera, makan kerupuk, balap karung, bahkan sampai panjat pinang. Dan waktu kecil saya termasuk anak yang antusias ikut lomba-lomba itu, lumayan sedih juga karena sekarang udah gak bisa ikut lomba makan kerupuk lagi :( 

Saya pun cuma bisa menonton upacara benderanya lewat tv, berhubung sudah tidak sekolah otomatis gak ikut upacara. Gak tau kenapa ketika nonton, baru terasa ingin ikut upacara, padahal dulu kalau sedang upacara di sekolah malah bercanda :p.

Selasa, 09 Agustus 2011

Awal yang Baru


Semuanya akan berbeda mulai sekarang. Yap, saya bukan lagi anak sekolahan yang masih bisa bersantai-santai tanpa memikirkan masa depan. Saya harus memiliki tujuan, itu point pertamanya. Dan ini semua tidaklah semudah kelihatannya.

Mulai dari sekarang dengan bangga saya menyatakan diri melepas status pelajar sebelumnya menjadi mahasiswa. Memang hanya naik satu tingkat dan intinya sih tetap jadi seorang pelajar, cuma terdengar lebih enak di telinga jika menyebutnya mahasiswa. Perjuangan untuk bisa sampai tahap ini pun susah. Saya yang notabene berasal dari sekolah kejuruan, pada umumnya dan semestinyalah setelah lulus melanjutkan untuk kerja. Tapi entah kenapa saya merasa belum siap, salah satu alasannya saya merasa takut kalah bersaing. Ini menjadi salah satu dari sekian banyak alasan kenapa saya lebih memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Di sinilah saya sekarang. Kuliah di universitas swasta yang cukup banyak diketahui orang. Saya memutuskan untuk melanjutkan bidang keahlian yang telah saya ambil saat sekolah dulu. Selain itu teman-teman sekolah saya juga ada yang di sini, sayangnya kami tidak sekelas. Hari-hari pertama kuliah cukup berat buat saya yang pendiam ini. Saya yang tidak mengenal sama sekali orang-orang yang akan jadi teman baru saya, harus berusaha sok deket hanya untuk bisa makan siang bersama mereka. Untunglah itu semua tak sia-sia karena sekarang saya bisa berteman baik dengan mereka, walau terlihat sangat canggung pada awalnya.

Sekolah berbeda dengan kuliah. Tidak ada lagi seragam sekolah, tidak ada lagi upacara sekolah, tidak ada lagi yang akan melarangmu memakai sepatu berwana putih. Terasa lebih bebas sekarang, tapi bebannya tak terasa lebih ringan. Yah.. saya harus berusaha sebaik mungkin menjalaninya. Semoga happy ending di akhir cerita :)

Sabtu, 05 Maret 2011

Resensi Novel

Judul                : Sang Pemimpi
Penulis             : Andrea Hirata
Penerbit           : PT Bentang Pustaka
Jumlah Hlm.     : x + 292
Harga              : Rp. 49.000,-

Sang pemimpi adalah buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi yang mengisahkan masa-masa SMA Ikal bersama dua sahabatnya, Arai dan Jimbron. Persahabatan ketiga orang ini begitu unik. Arai digambarkan sebagai sosok yang tegar, penyayang, dan optimis. Sedangkan Jimbron, bertubuh besar, namun penakut, dan terobsesi akan kuda.

Ikal, Arai dan Jimbron memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi, mereka bahu membahu mewujudkan mimpi mereka . Karena bersekolah di SMA yang sama di Magai, sama-sama dari keluarga melarat, maka ketiganya menyewa sebuah tempat kos yang sama dan bekerja sebagai kuli ngambat yang sama. Meski begitu, ketiganya menggantungkan sebuah cita-cita, mimpi tepatnya, yang sangat tinggi.


Ketika belajar di lapangan sekolah Pak Balia berkata : “Jelajahi kemegahan Eropa hingga Afrika yang eksotik! Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Sartre, Louis Pasteur, Montesquieu, Voltaire. Di sanalah orang belajar science, sastra, dan seni hingga mengubah peradaban ...."

Mimpi itulah yang bagai hantu membayang terus dalam kehidupan mereka. Mendorong terus semangat mereka untuk terus berusaha tanpa lelah untuk suatu saat, entah kapan, meraih cita-cita itu. Maka begitu SMA usai, mereka sudah berencana merantau ke Jawa. Mau tidak mau, demi mimpi itu.
Diberdayakan oleh Blogger.