Jumat, 03 Januari 2014

Kamera Mirrorless

Berdasarkan kemampuannya memproduksi gambar/citra, maka teknologi kamera digital ada beberapa macam. Yang paling terkenal adalah teknologi DSLR. DSLR adalah kependekan dari Digital Single Lens Reflex. Ciri khas dari teknologi ini adalah, DSLR menggunakan mekanisme cermin yang disebut “pentaprism (pentaprisma)” untuk merefleksikan gambar yang ditangkap oleh lensa menuju ke “jendela bidik” atau yang kita kenal dengan view finder. Ketika tombol “shutter” di tekan, maka pentaprisma akan berayun (flip-up) dan membuat citra yang ditangkap lensa diteruskan ke sensor digital dibelakang cermin.

Mekanisme pentaprisma dan view finder membuat tubuh DSLR tak mungkin semungil kamera poket. Karena DSLR membutuhkan ruang yang cukup pada body kamera untuk pergerakan pentaprisma ketika citra diteruskan ke sensor, juga ruang untuk mekanisme jendela bidik.

Karena itu untuk mendapatkan body yang mungil maka, mekanisme cermin pentaprisma dan view finder kemudian “dibuang”, jadilah model kamera Mirrorless. Kira-kira seperti itulah cara mudah memahami perbedaan mendasar dari teknologi DSLR dan Mirrorless. Untuk fitur-fitur yang lain cenderung sama. Bahkan Mirrorless bisa berganti lensa pula! Bahkan dengan “adapter” lensa yang dipakai di DSLR bisa dipakai di Mirrorless. Makanya dia disebut mirrorless interchangeable-lens camera (MILC).

Kelebihan:
  • Ringan dan kompak, praktis dibawa-bawa. 
  • Lebih kokoh, karena lebih sedikit komponen bergerak.
  • Ukuran lensanya lebih kecil, kompak, dan tidak berat.
  • Kualitas sensornya besar, hampir menyamai DSLR.
  • Kemampuan jepret frame per second-nya tinggi, setara DSLR.
  • Sensor besar sehingga menghasilkan kualitas gambar sangat bagus.
  • Movie berkualitas HD, dengan mikrofon stereo.
  • Shutter lag, atau jeda ketika shutter dipencet sangat singkat.
  • Kamera responsif, auto focusnya cepat.

Kekurangan:
  • Saat ini harganya masih mahal, sama dengan DSLR. 
  • Variasi lensa yang bisa digunakan tidak sebanyak DSLR.
  • Tidak memiliki optical viewfinder.
  • Menggantungkan diri pada LCD/viewfinder elektronik membuat baterai lebih boros. 
  • Kualitas gambar pada ISO tinggi tidak sebaik DSLR.



source: http://dannywetangterah.com/2013/02/05/kamera-mirrorless-pesaing-masa-depan-dslr/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.