Minggu, 08 April 2012

Peta Perekonomian Indonesia

Keadaan Geografis Indonesia
  • Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas keseluruhan ± 195-200 juta Ha. Keadaan ini menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian, dan sebaliknya dapat menjadi kelemahan dan ancaman.
  • Di Indonesia hanya ada dua musim, yaitu musim hujan dan musim panas. Dengan kondisi ini menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
  • Negara Indonesia kaya akan bahan tambang, salah satu jenisnya yakni minyak bumi. Meski saat ini minyak bumi tak lagi menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai salah satu sumber devisa negara.
  • Wilayah Indonesia menempati yang sangat strategis, berada diantara dua benua dan dua samudera dengan segala perkembangannya. Dengan letak strategis tersebut kita dapat memanfaatkannya menjadi tempat singgah dan transaksi antar kedua benua dan benua lainnya sehingga lalulintas ekonomi yang terjadi membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Mata Pencaharian
  • Mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian (agraris).
  • Kontribusi sektorpertanian terhadap GDP (Gross Domestic Product) masih dominan, namun jika dibanding sektor-sektor di luar pertanian menampakkan adanya penurunan dalam prosentase.
  • Komoditi yang dihasilkan dari sektor pertanian relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi yang dihasilkan dari sektor lain (industri misalnya), dan hal ini harus segera ditindak lanjuti.

Sumber Daya Manusia
Sebelum Orde baru pertumbuhan penduduk Indonesia masih cukup tinggi  ±2,8%, dan setelah pemerintah Orde Baru mulai Repelita I sampai dengan Repelita IV, pertumbuhan penduduk hanya berkisar antara 2,1% sampai 2,3% dan 1,9%. Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak seimbangnya kekuatan ekonomi secara umum, akibatnya terjadi ketimpangan daerah miskin dan daerah kaya.

Komposisi penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenerasi kegiatan produksi menjadi tidak lancar, akibatnya ada masa tunggu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk membekali dan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja muda di Indonesia dengan pendidikan formal maupun informal, dengan keterampilan dan pengetahuan yang sifatnya mendesak. Langkah yang dapat ditempuh adalah :
  • Meninjau kembali sistem pendidikan Indonesia yang masih bersifat umum untuk dapat lebih disesuaikan dengan disiplin ilmu khusus yang lebih sesuai dengan tuntutan pembangunan.
  • Menciptakan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih mendukung.
Investasi
Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut yakni :
  • Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri.
  • Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
  • Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para investor asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia.
  • Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah. 
Source:http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab3-peta_perekonomian_indonesia.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.