Selasa, 26 Juni 2012

Autobiografi


First of all I wanna be honest, I want to explain about.. hemm, kenapa saya menulis sebuah autobiografi? Jujur saja ini bukanlah atas dasar inisiatif saya, namun merupakan tugas yang harus saya kerjakan. Saya tidak akan membuatnya terlihat formal, jadi mohon dimaklumi kalau hasilnya nanti tidak sebagus yang diharapkan. Sebelumnya udah pada tau kan autobiografi? Beda loh ya sama biografi. Kui loh, sing koyo ngono *Jawa gagal*. Okelah, Let's begin!

Sebagai pembukaan, yang harus saya beritahu pertama kali sepertinya nama. Oke kenalkan, saya Hilda Nurina *shake hand*. Kalau harus dimulai dari awal saat saya lahir, mohon maaf mungkin saya tidak bisa menjelaskan detailnya. Yang saya tahu, saya lahir tanggal 8 November 1993. Lahir dengan sempurna tanpa kekurangan suatu apapun. Punya dua tangan, dua kaki, sepasang telinga, satu hidung+dua lubangnya, tinggi yang standart *banget* dan yang mungkin akan membuat kalian paling mengenali saya adalah sepasang mata saya. Hey jangan bayangkan kalau saya akan mempunyai bola mata berwarna biru, yang bisa bikin para cowok kelepek-kelepek. ups.. imajinasi saya memang sangat berlebihan *dikeplak*. Hanya saja saya menggunakan kacamata dan memiliki sepasang mata yang sipit, yang saya sendiri bahkan tak tau asalnya darimana. Maklum saja, orang tua saya tidak ada yang bermata sipit dan setahu saya juga tidak memiliki nenek moyang orang cina. Apakah saya ini anak yang tertukar? JENG JEENG JEEENG...

 *skip*


Saya suka baca buku, especially sih novel. Pokoknya buku-buku cerita gitu deh, komik juga termasuk sih apalagi banyak gambar-gambarnya. Suka sama novel berbau agak misteri detektif-detektifan kaya Hercule Poirot nya Agatha Christie atau Sherlock Holmes, nah kalo yang fiksi sih apa aja suka. Entah kenapa saya sekarang gak terlalu suka sama novel teenlit yang ceritanya anak sekolah pacaran semua. Hemm, faktor usia juga kali ya o.O . Novel fiksi saya suka semua karangan Clara Ng, she's great! *promosi abeiis* *beliin pliiiiisss*

Can we move to the next part? In fact, tidak ada yang cukup berkesan selama saya sekolah dasar (SDN 14 Pagi) maupun SMP (SMPN 43 Jakarta). Bahkan kalau ditanya, saya akan lebih mengingat guru-guru ketimbang teman-teman saya. Bukan karena saya gak punya temen, bukan bukan *geleng-geleng* saya punya temen kok, cumaaa... ya cuma gitu. Gak lebih, cuma sekedar saya kenal dia, dia kenal saya. Oke kita mungkin akrab (sama beberapa temen yang memang rumahnya deket saya), cuma yaa itu.. entah kenapa saya gak merasa dekat. Ngerti gak sih? Arrgh sudahlah.. *frustasi sendiri* *flippin' table*

Beda ceritanya sama masa SMK saya (fyi aja saya emang berasal dari sekolah kejuruan), SMKN 6 Jakarta a.k.a Prodjost. Entah kenapa saya merasa deket, ya walau gak akrab banget sama semua temen sekelas. Anehnya, temen-temen yang deket sama saya ada yang memang temen SD dan SMP saya dulu. Saya masih keep contact sama mereka, masih mau diajak reuni (berbanding terbalik dengan temen SD SMP). Ketika saya lulus pun, saat tahu bahwa ada lumayan banyak temen yang melanjutkan ke Gunadarma, saya memutuskan untuk mengikuti jejak mereka.

And this is where the story begins! Sejujurnya saya kuliah di Gunadarma gak benar-benar murni keinginan pribadi saya. Faktor utama nya karena saya sempet bingung ketika lulus harus melanjutkan kemana, dan karena saya juga tak kunjung mendapat pekerjaan akhirnya saya memutuskan lanjut kuliah. The second reason is.. karena lumayan banyak temen saya yang kuliah disitu. Berharap sepenuh hati nantinya bisa berkumpul lagi dengan teman-teman saya (setidaknya dengan salah satu dari mereka), namun Tuhan berkehendak lain *hiks :'(*. Diantara kami bener-bener gak ada yang sekelas, semua terpisah. Sempet khawatir kalau sampai nanti saya gak punya temen (mengingat sifat introvert saya), tapi untungnya tidak seburuk yang saya bayangkan. 

Saya benar-benar bingung saat tahu bahwa di kelas saya nanti, 1EB11 tak ada seorang pun yang saya kenal. Dan sudah seperti yang saya duga sebelumya, saya sendiri! Saya gak punya temen guys (╥_╥). Di hari ke-2 saya mencoba SKSD sama mereka. Syukurlah mereka sangat ramah. Seiring berjalannya waktu *tsah* saya bisa berbaur dengan mereka semua. Saya bahkan sudah bisa dibilang sangat dekat sama beberapa temen selama hampir setahun ini. And you know what? Kabar buruknya kelas 2 nanti mahasiswa bakal diacak lagi secara random untuk pisah kelas sampai tahun akhir nanti. Kemungkinan untuk bisa sekelas sama temen-temen baru saya ini pun menjadi semakin kecil, mengingat begitu BANYAK nya mahasiswa di UG. Oke, kali ini saya tidak akan terlalu berharap lagi!

Y U NO LET US STAY TOGETHER, HUH?!

I think, it's more than enough. Maaf karena cuma sebatas ini yang bisa saya ceritakan dan gak detail juga. Walau awalnya sempet setengah hati ngerjain tugas ini, tapi ujung-ujungnya malah jadi sedikit curhat. Let's see, finally.. happy or unhappy? See ya ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.