Sabtu, 16 November 2013

Makalah Karangan Ilmiah



TUGAS BAHASA INDONESIA II




Disusun Oleh :

ADITYA ANGGORO JATI (20211211)
BAMA IBADUR RAHMAN (21211394)
DIANA RITRI (22211044)
DWINTA PUSPARANI (22211283)
ELANG AL ARS (28211414)
GINA CHAIRUNNISA (23211070)
HILDA NURINA (23211381)
SETYA NUGROHO (29211435)
PUTRI RAHMAYENI (25211662)

- 3EB15 -




1. Pengertian Karangan Ilmiah

Pengertian karangan Ilmiah merupakan sebuah Karya yang baik dan bisa kita ambil kesimpulan untuk mendapatkan inspirasi dari sebuah Karya Ilmiah tersebut.Berikut adalah sedikit penjelasan tentang Karya Ilmiah.
Pengertian karangan Ilmiah adalah Sebuah karya tulis yang mana didalam isinya mengungkapkan suatu pembahasan yang lengkap dan secara ilmiah yang dituliskan oleh seorang penulis.Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca.
Karya ilmiah juga biasanya ditulis untuk mencari sebuah jawaban mengenai sesuatu hal yang di teliti dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan tersebut. Biasanya tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis oleh orang lain agar terlihat beda dan terkesan baik.
Istilah karya ilmiah adalah mengacu kepada sebuah karya tulis yang menyusun dan menyajikan berdasarkan pada suatu kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Didalam sebuah penulisan karya ilmiah, baik makalah maupun laporan penelitian biasanya telah didasarkan pada suatu kajian ilmiah dan cara kerja yang ilmiah.Sekian informasi sederhana saya mengenai Pengertian Karya Ilmiah. Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.
Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah biasa dijadikan acuan (referensi) ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Isi (batang tubuh) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Menurut John Dewey ada 5 langkah pokok proses ilmiah, yaitu:
 1. Mengenali dan merumuskan masalah
 2. Menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis, (3) merumuskan hipotesis atau dugaan hasil sementara, (4) menguji hipotesis, dan (5) menarik kesimpulan.

Senin, 28 Oktober 2013

Mimpi

Pernah gak kamu sadar kalau kamu sedang bermimpi?
Agak aneh ya kedengarannya, tapi itu saya alami tadi pagi.

Detail mimpinya tak lagi bisa saya ingat sepenuhnya, namun intinya pada saat saya bermimpi saya sepenuhnya sadar. Sadar bahwa saya sedang bermimpi. Saya bukannya bisa langsung menyadari hal itu, tapi ada hal yang membuat saya yakin kalau saya memang sedang bermimpi. Jadi, di dalam mimpi itu saya bertemu dengan Om saya yang sudah meninggal.

Mungkin hal yang biasa bermimpi bertemu dengan anggota keluarga yang telah tiada, tapi saya justru jadi tidak fokus dengan mimpi yang sedang saya alami. Saya mengabaikan orang-orang yang ada di mimpi dan malah sibuk meyakinkan diri saya bahwa saya sedang bermimpi.

"Ini pasti gue lagi ngimpi deh. Pasti!"

Satu-satunya hal yang bisa membuktikan bahwa saya sedang bermimpi, tak lain tak bukan adalah bangun dari mimpi itu sendiri. Saat itu saya mencoba berbagai cara untuk bisa secepatnya sadar. Saya mencoba untuk menggerakan tangan dan kaki saya, tapi tak bisa. Sampai akhirnya saya pun terbangun dengan sendirinya.

Ternyata kondisi di mana pemimpi sadar bahwa ia sedang bermimpi sering disebut dengan Lucid Dream. Saya sih gak yakin mimpi saya itu bisa termasuk Lucid Dream atau bukan, soalnya kalau Lucid Dream itu pemimpi bisa mengontrol mimpinya. Jadi dia bisa menentukan mau mimpi apa.

Saya jadi ingin mencoba merasakan yang namanya Lucid Dream juga :D

Selasa, 22 Oktober 2013

Karangan Deduktif

MAAF


“Maaf..” salah satu kata yang seringkali sulit diucapkan. Bila disuruh memilih, mungkin tak sedikit yang akan tetap cuek dibanding harus mengucapkan satu kata tersebut. Kalian mungkin sadar bahwa kalian memang salah, namun tingginya gengsi terkadang menjadi penghalang untuk sekedar meminta maaf.

“Maaf..”, bukan sebuah kata itu yang akan menjadi masalah, tapi penyesalan yang akan datang nanti pada waktunya. Ketika tak ada lagi kesempatan untuk meminta maaf dan penyesalan tak lagi terelakkan, maka kalian akan merasa sangat kehilangan. Kehilangan orang-orang disekeliling yang telah kalian lukai hatinya. Sadar ataupun tidak.

Hal lain yang tak kalah sulitnya daripada mengucap kata maaf adalah memaafkan.  Memang bukan perkara mudah memaafkan orang lain yang telah menyakiti hatimu, melukai harga dirimu, atau bahkan melukaimu, namun semua tak akan sulit jika kamu ikhlas melakukannya. Ikhlas memaafkan juga bisa membuatmu terhindar dari salah satu penyakit hati yaitu dendam.

“Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa (4:149)”.



p.s.
ini tulisan setengah curhat x)) 

Senin, 21 Oktober 2013

Paragraf Induktif dan Paragraf Deduktif


Paragraf adalah susunan dari beberapa kalimat yang terjalin utuh, mengandung sebuah makna, dan didalamnya terdapat gagasan utama. Paragaraf deduktif dan Induktif adalah salah satu contoh paragraph yang dilihat dari letak gagasan utamanya.

PARAGRAF INDUKTIF

Paragraf induktif adalah adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas. 

Istilah induktif berarti bersifat induksi. Kata induksi yang berasal dari bahasa Latin: ducere, duxi, ductum berarti ‘membawa ke; mengantarkan’; inducere, induxi, inductum berarti ‘membawa ke; memasukkan ke dalam’. Lebih lanjut istilah induksi dijelaskan sebagai metode pemikiran yang bertolak dari hal khusus untuk menentukan hukum atau simpulan. Karena pernyataan khusus dapat berupa contoh-contoh, dan pernyataan umum itu berupa hukum atau simpulan, maka dapat dikatakan bahwa paragraf induktif itu dikembangkan dari contoh ke hukum atau simpulan.

Ciri-ciri Paragraf Induktif antara lain :
  • Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
  • Kesimpulan terdapat di akhir paragraf

Jenis Paragraf Induktif :
  • Generalisasi
  • Analogi
  • Klasifikasi
  • Perbandingan
  • Sebab akibat

Contoh 1 :
Dengan akal budi, kemampuan berbahasa dan kemampuan belajar yang dianugrahkan Tuhan, manusia secara potensial memiliki kemampuan bernalar dan berkreatifitas. Namun kedua kemampuan itu tidak dengan sendirinya berkembang dengan baik. Lingkungan sosial termasuk sekolah yang tidak menunjang dapat menghambat atau mematikannya. Jika hal ini terjadi, tujuan pendidikan untuk membentuk peserta didik yang mandiri tidak akan tercapai.

Rabu, 08 Mei 2013

Penyelesaian Sengketa Ekonomi

1. PENGERTIAN SENGKETA

Pengertian sengketa dalam kamus Bahasa Indonesia, berarti pertentangan atau konflik, Konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan antara orang-orang, kelompok-kelompok, atau organisasi-organisasi terhadap satu objek permasalahan. Senada dengan itu Winardi mengemukakan : "Pertentangan atau konflik yang terjadi antara individu-individu atau kelompok-kelompok yang mempunyai hubungan atau kepentingan yang sama atas suatu objek kepemilikan, yang menimbulkan akibat hukum antara satu dengan yang lain."

Sedangkan menurut Ali Achmad berpendapat :
"Sengketa adalah pertentangan antara dua pihak atau lebih yang berawal dari persepsi yang berbeda tentang suatu kepentingan atau hak milik yang dapat menimbulkan akibat hukum bagi keduanya."

Dari kedua pendapat diatas maka dapat dikatakan bahwa sengketa adalah prilaku pertentangan antara dua orang atau lebih yang dapat menimbulkan suatu akibat hukum dan karenanya dapat diberi sangsi hukum bagi salah satu diantara keduanya.
 
 
2. CARA-CARA PENYELESAIAN SENGKETA

a. Negosiasi
Kata negosiasi pada umumnya dipakai untuk suatu pembicaraan atau perundingan dengan tujuan mencapai suatu kesepakatan antara para peserta tentang hal yang dirundingkan. Negosiasi merupakan suatu proses pembicaraan atau perundingan mengenai suatu hal tertentu untuk mencapai suatu kompromi atau kesepakatan di antara para pihak yang melakukan negosiasi.

Howard Raiffia menyatakan, agar suatu negosiasi dapat berlangsung secara efektif dan mencapai kesepakatan yang bersifat stabil, ada beberapa kondisi yang mempengaruhinya, yaitu:
Diberdayakan oleh Blogger.