Jumat, 20 April 2012

Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan

Gross Domestic Product (GDP) adalah penghitungan yang digunakan oleh suatu negara sebagai ukuran utama bagi aktivitas perekonomian nasionalnya, tetapi pada dasarnya GDP mengukur seluruh volume produksi dari suatu wilayah (negara) secara geografis. GDP artinya mengukur nilai pasar dari barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. GDP juga dapat digunakan untuk mempelajari perekonomian dari waktu ke waktu atau untuk membandingkan beberapa perekonomian pada suatu saat. GDP digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan perekonomian sebuah negara. Namun demikian GDP seringkali dikritik karena tidak mencantumkan transaksi ekonomi pada level bawah .Dalam forex trading GDP merupakan salah satu indikator penting yang dapat memicu volatilitas harga terutama untuk core GDP.
Dalam skala A sampai E dengan A adalah sangat penting dan E tidak penting sama sekali, GDP merupakan indikator berskala B yang dapat menyebabkan perubahan volatilitas mata uang.  
GDP dirilis per kuarter, dan angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced – rilis pertama; 2) preliminary – revisi pertama; dan 3) final – revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market. Jika GDP (persentase)  naik dibandingkan dengan data pada periode sebelumnya maka nilai mata uang negara yang bersangkutan cenderung mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena GDP menggambarkan nilai seluruh transaksi suatu negara secara umum. Jika siklus transaksi perekonomian stabil maka dapat dipastikan perekonomian akan berjalan dengan lancar. Sentimen positif ini dapat memicu kenaikan nilai mata uang lokal.
 Manfaat GDB :
1)      Dapat mengetahui dengan segera apakah perekonomian mengalami pertumbuhan atau tidak.
2)      Menghitung perubahan harga.
Keterbatasan GDB  :
1)      Perhitungan GDB dan analisis kemakmuran.
2)      Perhitungan dan masalah kesejahteraan.
3)      GDB perkapita dan masalah produksi.

Pendapatan Nasional 
 
1. Pendekatan/ Metode Produksi
Berdasarkan pendekatan/ metode produksi pendapatan nasional adalah barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam suatu periode tertentu, biasanay satu tahun. Ada sebelas lapangan usaha mempengaruhi pendapatan nasional dilihata dari pendekatan produksi, taitu :
  • pertanian, peternakan, perhutanan dan perikanan
  • pertambangan dan penggalian
  • industri pengolahan
  • listrik, gas dan air minum
  • bangunan
  • perdagangan, hotel dan restauran
  • pengangkutan dan komunikasi
  • bank dan lembaga keuangan lainnya
  • sewa rumah
  • pemerintahan dan pertahanan
  • jasa-jasa.

Minggu, 08 April 2012

Peta Perekonomian Indonesia

Keadaan Geografis Indonesia
  • Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas keseluruhan ± 195-200 juta Ha. Keadaan ini menjadi suatu kekuatan dan kesempatan bagi perkembangan perekonomian, dan sebaliknya dapat menjadi kelemahan dan ancaman.
  • Di Indonesia hanya ada dua musim, yaitu musim hujan dan musim panas. Dengan kondisi ini menyebabkan beberapa produk hasil bumi dan industri menjadi sangat spesifik sifatnya. Diperlukan usaha untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia untuk memenangkan persaingan di pasar lokal maupun dunia.
  • Negara Indonesia kaya akan bahan tambang, salah satu jenisnya yakni minyak bumi. Meski saat ini minyak bumi tak lagi menjadi primadona dan andalan komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak memiliki hasil tambang yang dapat menggantikan peran minyak bumi sebagai salah satu sumber devisa negara.
  • Wilayah Indonesia menempati yang sangat strategis, berada diantara dua benua dan dua samudera dengan segala perkembangannya. Dengan letak strategis tersebut kita dapat memanfaatkannya menjadi tempat singgah dan transaksi antar kedua benua dan benua lainnya sehingga lalulintas ekonomi yang terjadi membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Mata Pencaharian
  • Mata pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian (agraris).
  • Kontribusi sektorpertanian terhadap GDP (Gross Domestic Product) masih dominan, namun jika dibanding sektor-sektor di luar pertanian menampakkan adanya penurunan dalam prosentase.
  • Komoditi yang dihasilkan dari sektor pertanian relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi yang dihasilkan dari sektor lain (industri misalnya), dan hal ini harus segera ditindak lanjuti.

Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Beberapa strategi pembangunan ekonomi :

Strategi Pertumbuhan
  • strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi
  • pertumbuhan eknomii akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah (trickle-down-effect) pendistribusian kembali.
  • jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi
Strategi Pembangunan dengan Pemerataan
Inti dari konsep ini yaitu dengan ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaac induk, dan paket program terpadu.

Strategi Ketergantungan
Inti dari konsep ini adalah untuk membebaskan suatu negara dari kemiskinan yang lebih disebabkan karena adanya ketergantungannegara tersebut dari pihak/negara lain, maka perlu mengarahkan upaya pembangunan ekonomi. Langkah yang dapat ditempuh diantaranya: meningkatkanproduksi nasional disertai dengan penigkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sebagainya.

Strategi yang Berwawasan Ruang
Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang seperti daerah maju dikarenakan kemampuan/pengaruh menyebar dari kaya ke miskin (spread effects) lebih kecil dari pada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (back-wash effect).

Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
Strategi ini dikembangkan Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) tahun 1975 yang bertujuan dari strategi  ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran.

Sistem Perekonomian Indonesia

Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.

Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian produksi, distribusi, konsumsi.

SISTEM PEREKONOMIAN PASAR ( LIBERALIS/KAPITALISME )
Sistem ekonomi liberalis-kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi dengan seminimal mungkin campur tangan pemerintah, sesuai pandangan kaum klasik yang menganut paham “Laissez faire”.

Sabtu, 26 November 2011

Bisnis Secara Franchising

I. PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Pada prinsipnya bisnis waralaba (franchising) adalah suatu pengaturan bisnis dimana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak kepada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan tersebut dengann peraturan yang ditetapkan oleh  franchisor. Franchisee bisa menggunakan nama, goodwill, produk dan jasa, prosedur pemasaran, keahlian, sistem prosedur operasional, dan fasilitas penunjang dari perusahaan franchisor. Sebaliknya pihak franchisor akan menerima imbalan dari keuntungan yang diperoleh oleh franchisee seduai dengan perjanjian awal antara Franchisor dan Franchisee.

Bisnis waralaba merupakan suatu solusi bagi pengusaha kecil dan menengah yang baru memulai usaha. Masalah yang sering dihadapi ketika memulai usaha adalah menentukan bentuk usaha yang akan dijalankan. Bisnis waralaba memberikan keuntungan bagi kedua pihak, yakni pihak franchisor dan pihak franchisee.

2. TUJUAN

Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Softskill. Selain itu juga menambah wawasan bagi para pembaca mengenai bisnis secara franchising seperti pengertian, sejarah, manfaat, bagaimana ketentuan menjadi franchisee dan lain-lain.

3. LANDASAN TEORI

Menurut Collin (2000, p12), dalam Law Dictionory, Franchise didefinisikan sebagai “License to trade using a brand name and paying a royalty for it”, dan Franchising sebagai “Act of selling to trade as a franchise”. Definisi tersebut menekankan pada pentigngnya pemberian waralaba dengan pentingnya royalty.

Pemberian waralaba ini didasarkan pada suatu Franchise Agreement, yang menurut Black Law Dictionory (1997, p.21) adalah : “Generally, an agreement between supplier of product or service or an owner of desired trademark or copyright (Franchisor), and a reseller (Franchisee) under which the Franchisee agrees to sell the Franchisor product or service or to business under the Franchisor’s name”, maksudnya seorang penerima waralaba juga menjalankan usahanya sendiri tetapi dengan menggunakan merek dagang atau merek jasa serta dengan memanfaatkan metode dan tata cara atau prosedur yang telah ditetapkan oleh pemberi waralaba.
Diberdayakan oleh Blogger.